MAHASISWA,,APA ,SIAPA DAN UNTUK APA ???
Kamis malam,,pukul 08.57 pm.
Kamar tetangga,laptop pinjaman dan sebungkus rokok hasil ngutang..
Mahasiswa,,profesi yang mempunyai berbagai macam paradigma dan definisi bebeda-beda,tergantung siapa object yang menilainya. Di kalangan masyarakat kecil, yang sebagian besarnya di dominasi oleh masyarakat yang tidak mengecap bangku pendidikan,seperti tukang becak,mendeskripsikan mahasiswa hanyalah anak muda yang belajar dikampus dan selebihnya adalah kaum anak muda terpelajar tapi sering tawuran. Untuk sebagian masyarakat yang mengerti,mahasiswa adalah subject yang pada waktunya akan berubah menjadi object. Dikalangan para pejabat yang korup lain lagi,mereka berasumsi kalau mahasiswa itu adalah sekelompok kaum intelektual yang kerjanya hanya mengkritik kinerja pemerintahan,tapi ketika sudah ada
“cinderamata”yang di berikan,maka mahasiswa dapat dibungkam. Dikalangan aparat keamanan pun mahasiswa mempunyai makna tersendiri, yaitu para pelajar yang kerjanya menggelar aksi demonstrasi yang menyusahkan berbagai pihak,terutama masyarakat,yang kemudian aksi tersebut berujung pada aksi pengrusakan fasilitas umum dan anarkisme.Mahasiswa itu sendiri pun punya definisi tentang makna mahasiswa,tergantung dari klasifikasi mahasisiwa tersebut. Jika diklasifikasikan, mahasiswa ada beragam “jenis” mulai dari organisatoris, Akademis, Apathis, Pragmatis, sampai yang Hedonis. Dan dengan asumsi yang berbeda-beda pula,tentang makna mahasiswa, tergantung dari kaca mata mana mereka menilai. Dari kalangan organisatoris, berkata dengan suara yang menggelegar dan mata yang berapi-api,bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual harapan bangsa,yang mempunyai fungsi sebagai “agent of change,social of control” tapi pada realita yang terjadi banyak oknum aktivis yang kemudian berubah menjadi penjilat kaki sang pejabat, realita yang miris memang,bahkan dapat dikategorikan merupakan suatu hal yang tragis. Dikalangan akademis lain lagi, mahasiswa adalah kaum intelektual yang kerjannya hanya mengikuti jadwal perkuliahan,uber-uber sang dosen agar diluluskan nilainya,mahasiswa jenis ini mempunyai prinsip 5K yaitu,,Kampus,kantin,kamar kost,kampung halaman,dan yang terakhir Kantor. Ada lagi jenis mahasiswa yang Apathis, mahasiswa jenis ini memiliki sifat acuh tak acuh pada keadaan sekelilingnya entah itu jadwal perkuliahan ataupun realitas sosial yang terjadi, mahasiswa jenis ini jika diibaratkan kampus adalah kuil, mereka hanya arca-arca yang bisu,buta,tuli pada keadaan disekelilingnya. Jadi jangan heran ketika bertanya tentang definisi mahasiswa pada mereka ,kita hanya mendapatkan jawaban seadanya. Kemudian mahasiswa jenis Pragmatis yang mempunyai sifat menilik semua peristiwa secara akal sehat,dan mempunyai sifat praktis dan efisien, mahasiswa jenis ini hampir mirip dengan jenis aphatis,hanya pola pikir jenis pragmatis lebih kompleks ketimbang apathis, paradigma mereka tentang mahasiswa pun dapat di tebak,bagi mereka mahasiswa ialah kaum yang lebih mengutamakan rasionalitas ketimbang nalar. Kemudian ada juga jenis mahasiswa Hedonis, mahasiswa jenis ini kebanyakan mahasiswa”yang kaya sebelum lahir” ,atau mahasiswa yang notabene nya dari anak-anak kalangan para pejabat, yang tidak ambil pusing tentang masa depan mereka, untuk itu definisi mereka tentang mahasiswa pun sangat melenceng, bagi mereka, mahasiswa tugasnya belajar sampai siang, selebihnya terserah mereka, kebanyakan memilih menghambur-hamburkan uangnya di tempat dugem atau sekedar nongkrong didepan emperan toko sekalian ajang pamer roda empatnya, untuk mendapatkan simpati para gadis-gadis cantik yang matrealistis.
Dari pembahasan diatas,dapat kita simpulkan bahwa mahasiswa adalah satu kata yang mempunyai beragam makna, tapi mempunyai tujuan yang pada akhirnya sama yaitu mendapat gelar Sarjana,entah itu Sarjana Teknik atau sarjana lainnya. Terkadang muncul tanda tanya besar, kita mengorbankan waktu 4 tahun bahkan lebih,berkutat di depan komputer semalaman, demi sehelai kertas yang menjadi bukti bahwa kita telah melalui studi di sebuah Universitas?? Yang lebih tragis banyak para sarjana-sarjana ini yang tidak lebih menjadi “buruh” di tempat mereka bekerja sekarang,dengan pendapatan berkisar antara 1-3 juta perbulan. Bahkan yang tidak masuk akal banyak sarjana yang sampai sekarang masih menganggur. Untuk hal itukah kita merelakan kehilangan sesuatu yang bernama “ h i d u p” selama 4 tahun atau lebih, hanya untuk di jadikan bidak oleh mereka yang juga sarjana tapi dengan jalur kiri, dengan cara beli ijasah atau cara-cara lainnya. Kita bersusah payah mencari ilmu, hanya untuk memenuhi kantong si boss, banyak yang tanpa sadar telah dijadikan sapi perah. Untuk itukah gelar sarjana, jikalau memang begitu adanya saya sepakat kalau ijasah cukup di beli dengan uang, bukan dengan waktu, pengorbanan, dll.
Siapa yang harus di salahkan untuk peristiwa seperti ini?? Siapakah orang yang bertanggung jawab untuk hal ini?? Jawabannya adalah Kurangnya perhatian pemerintah terhadap para kaum intelektual seperti mahasiswa, dan selebihnya terdapat pada diri kita sendiri. Sebab hanya kita yang berhak mengatur kehidupan kita, dan membentuk karakter kita, dan hanya kita yang berhak menentukan, akan jadi apa kita kelak, apakah bekerja karena pengetahuan atau bekerja karena adanya kesempatan. Telah di jelaskan oleh Sang Pencipta bahwa “DIA tidak akan merubah nasib seseorang,kalau orang tersebut tidak mau berusaha mengubah nasibnya”, tidak ada gunanya berdoa,dan berdoa terus menerus tanpa di ikuti ikhtiar.Doa harus disinkronkan dengan ikhtiar.Karena Doa tanpa Ikhtiar hasilnya nol besar. Melalui ini saya berharap, kelak mahasiswa sadar dengan fungsinya APA, SIAPA DAN UNTUK APA....
YANG LEBIH SEMATA-MATA DARI ALLAH..
YANG KURANG ITU DARI SAYA....
Wassalam...HIDUP MAHASISWA,,HIDUP RAKYAT...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar