APARAT” LAWAN ATAU KAWAN..
Senin Malam,di bawah guyuran air hujan
Di temani segelas kopi dan Sebungkus rokok…
Pukul 12.54 pm WITA
Banyak timbul tanda Tanya di benak kawan-kawan mahasiswa tentang penempatan posisi para APARAT,,entah sebagai kawan atau mungkin jadi lawan,,
Seorang senior yang saya kenal mempunyai kisah seperti ini ”pada waktu keluar bersama temannya,beliau mengalami insiden yang cukup serius,waktu itu motor nya disalip angkutan kota atau di Makassar lebih di kenal dengan nama pete-pete,,karena motor kehilangan keseimbangan maka motornya sekaligus beliau tanpa
disengaja menabrak pengendara motor lain,yang ternyata diketahui seorang oknum tentara,sebut saja namanya pak XX,,pak XX berkendara bersama seorang istrinya yang sedang hamil muda,,dan tanpa banyak bertanya,,langsung saja sang kopral melayangkan bogem mentah di wajah bang oph,,kemudian beberapa tendangan mc gaver,mungkin juga tendangan bayangan wong fei hung,,(hahaha,,ini dari sumbernya gan),,seketika itu juga darah mengucur dari beberapa bagian wajahnya,tanpa kenal kasihan (mungkin terinspirasi dari lagu serdadunya Iwan Fals) bang oph pun kembali dihajarnya. Kalau di kaji secara akal sehat,yang namanya manusia pasti punya daya refleksitas,,nah,bgt juga dengan bang oph,,otomatis ketika di pukul secara reflex beliau menangkis serangan dari sang kopral,,tapi hal ini membuat sang kopral makin bengis,,maka tanpa ba bi bu bang oph menghindar dari serangan itu,,(maaf,,temannya gak dibahas,karena sudah ngambil langkah seribu,,alias cabut,,kabur,,gak solid ya,,).Setelah puas memukul si kopral lalu menanyakan identitas bang oph,mulai dari tempat tinggal sampai tempatnya menimba ilmu,,(banyak terjadi dilapangan PDBT” PUKUL DULU BARU TANYA). Surat-surat kendaraannya pun disita oleh sang kopral,dia disuruh menghadap sang kopral di markasnnya,,setelah itu sang kopral pun cabut. Begitu juga bang oph,,langsung cabut menuju kepolisian terdekat,,bisa diduga,,pak polisi pun tidak bisa banyak bantu dalam hal ini,,maklumlah tersangkanya sesame aparat..bang oph di usulkan agar melapor ke POM setempat,sebelum bang oph pergi pak komandan sempat berucap,,” MAKANNYA NAK,KALAU DEMO JANGAN ANARKIS,,TERNYATA KALIAN JUGA BUTUH JASA POLISI,,IYA KAN??(pak kom,,mau bantu atau mau ngasih ceramah),,setelah sampai di kantor POM setempat,beliau pun melapor ke piket,,setelah diselidiki pak xx ternyata dari kesatuan yang cukup terkenal se militer.Makannya bang oph disuruh langsung menghadap ke sana dan di garansi sama kepala POM bahwa tidak akan terjadi insiden lagi,,
Maka berbekal “janji” dari sang kepala,,bang oph berangkat ke sana,sekedar informasi markas pak XX terletak di luar kota butuh waktu satu setengah jam untuk kesana,,setelah tibanya beliau ke sana prosesi atur damai ala Indonesia pun berlangsung..U KNOW, WHAT I MEAN..
Dari kisah di atas kita dapat menyimpulkan bagaimana arogansi aparat pada masyarakat terkhusus Kaum Intelek Mahasiswa,.haruskah tiap kita bersuara selalu mulut kita di sumbat dengan pentungan,,laras,,gas air mata,,peluru karet bahkan peluru tajam,,seperti tragedy MEI, AMARAH (APRIL MAKASSAR BERDARAH) dan aksi-aksi mahasiswa lainnya. Kalau mau di Tanya, berunding yang notabene nya cara tempuh yang paling baik,,terkadang malah berujung bentrokan, dan lagi mahasiswa yang di kambing hitamkan, sampai kapan ini terjadi??jawabannya sampai para aparat menggunakan hati,,bukan belati untuk mengawal aksi demonstrasi. Sudah teramat banyak kasus Buku polpen melawan pentungan dan senjata,ironisnya sang agent of change pun banyak,bahkan teramat banyak yang jadi korban, statemen yang berkembang di masyarakat awam pun mahasiswa lah yang salah,mahasiswa lah yang kurang menaati peraturan,mereka tanpa sadar berucap seperti itu tidak pernah tau,yang di perjuangkan selama ini adalah nasib mereka,semata-mata nasib masyarakat bangsa Indonesia. Mereka ketimbang lebih mempercayai media elektronik maupun cetak,padahal media tersebut Cuma meminta keterangan aparat sebagai saksi,bukan dari kalangan mahasiswa. Tragis,ketika seorarng pahlawan tidak dihargai jasa kepahlawanannya,,ketika penyuara aspirasi rakyat malah dihadiahi tembakan gas air mata,pukulan pentungan,dan tendangan dari laras,sangat sedikit para pemimpin yang memperdulikan nasib mahasiswa,sangat sedikit para petinggi kepolisian yang mencoba merangkul kawan-kawan mahasiswa untuk bagaimana caranya suara-suara sumbang rakyat bisa teraspirasikan tanpa bentrokan,dan tanpa aksi anarkisme. Demo berakhir anarkis sudah di anggap biasa di lembaga “SIAP MELAYANI ANDA”,mungkin gara-gara itu setiap mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi,aparat selalu muncul dengan persenjataan lengkap, seolah-olah hendak menghadapi buronan kelas kakap,yang paling di Wanted.
Mau sampai kapan pak,,kami dijadikan musuh??mau sampai kapan pak,kami ditembaki,,mau sampai kapan pak kami di pukuli,,kami ini hanya bertindak karena kebijakan semena-mena yang diberlakukan pemerintah,kami ini bukan penjahat, kami ini generasi penerus bangsa,yang tidak rela masyarakat hidup dalam strata kemiskinan. Bapak berseragam jangan jadikan kami musuh,jangan jadikan kami lawan,,kami manusia yang bisa berpikir dan bertindak menggunakan otak,bukan atas instruksi pak komandan..
Roed’dkurniawan post
Tidak ada komentar:
Posting Komentar